“Meski sebelumnya pernah di penjara, artis Revaldo ternyata belum bisa lepas dari jerat narkoba. Revaldo pun memakai narkoba tiga kali dalam sebulan” kamu pasti pernah membaca atau mendengar kabar  tentang artis bernama Revaldo ini kan? Sayang sekali ya masa depan cerah Revaldo harus hancur karena ketidakmampuannya melawan godaan narkoba.

Narkoba itu sebenarnya apa sih? 



Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik dan lain sebagainya.


Dari segi efek dan dampak yang ditimbulkan pada para pemakai narkoba dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan / jenis :
 

1. Upper
Upper adalah jenis narkoba yang membuat si pemakai menjadi aktif dan melayang seperti alkohol, sabu-sabu, ekstasi dan amfetamin.
 
2. Downer
Downer adalah golongan narkoba yang dapat membuat orang yang memakai jenis narkoba itu jadi tenang dan nyaman dengan sifatnya yang menenangkan / sedatif seperti rokok (nikotin), kokain, aneka obat tidur (hipnotik) dan obat anti rasa cemas.
 
3. Halusinogen
Halusinogen adalah napza yang beracun karena lebih menonjol sifat racunnya dibandingkan dengan kegunaan medis. Pada awalnya zat-zat ini digunakan secara legal oleh para dokter untuk membius pasiennya, tapi kemudian tersebar dan dijual bebas kemudian disalahgunakan oleh para pecandu narkoba.

Kecanduan narkoba membuat seseorang kehilangan kendali terhadap emosinya. Para pecandu seringkali diselimuti oleh perasaan tidak berguna dan depresi mendalam yang seringkali mendorongnya untuk melakukan bunuh diri. Perasaan-perasaan ini pulalah yang membuat seorang pecandu terus menerus menggunakan narkoba, karena salah satu efek narkoba adalah mematikan perasaan dan emosi. Di bawah pengaruh narkoba, ia dapat merasa senang dan nyaman, tanpa harus merasakan perasaan-perasaan yang tidak mengenakkan. Tetapi saat si pecandu berhenti menggunakan narkoba, perasaan-perasaan tidak mengenakkan yang selama ini ‘terkubur’ dalam dirinya kembali bangkit.

Salah satu dampak buruk narkoba lainnya adalah retardasi mental dan emosional. Contoh seorang pecandu berusia 16 tahun saat ia pertama kali menggunakan narkoba, dan saat ia berusia 26 tahun ia berhenti menggunakan narkoba. Memang secara fisik ia berusia 26 tahun, tetapi sebenarnya usia mental dan emosionalnya adalah 16 tahun. Ada 10 tahun yang ‘hilang’ saat ia menggunakan narkoba. Ini juga sebabnya mengapa ia tidak memiliki pola pikir dan kestabilan emosi seperti layaknya orang-orang lain seusianya.

Selain retardasi mental, organ-organ vital dalam tubuh seperti liver, jantung, paru-paru, ginjal,dan otak juga mengalami kerusakan akibat penggunaan jangka panjang narkoba. Banyak sekali pecandu narkoba yang meninggal dengan katup jantung yang bocor, paru-paru yang bolong, gagal ginjal, serta liver yang rusak. Belum lagi kerusakan fisik yang muncul akibat infeksi virus {Hepatitis C dan HIV/AIDS}.  

Pemulihan dari kecanduan narkoba merupakan jalan yang sangat panjang, melelahkan, menghabiskan waktu dan biaya tidak sedikit. Oleh sebab itu, kamu jangan pernah mencoba narkoba ya. Berikut ini tips untuk menghindari narkoba : 
1. Pilihlah lingkungan dan sahabat-sahabat yang dapat memberi pengaruh baik pada diri kita. Kita memang tidak boleh memilih-milih teman, tapi memilih sahabat itu keharusan. Selain itu jika kamu memiliki teman pecandu narkoba, kamu harus berusaha mempengaruhi dia supaya dia lepas dari narkoba, bukan sebaliknya, ikut-ikutan mengkonsumsi narkoba.

  2. Aktiflah dalam kegiatan-kegiatan positif supaya waktu, energi, kreatifitas dan pemikiran kamu tersalurkan.

  3. Tingkatkan spiritualitasmu dengan tekun menunaikan kewajiban-kewajiban agamamu dan bergaul dengan orang-orang yang soleh.

  4. Kuatkan mentalmu. Hidup ini penuh dengan godaan dan cobaan yang tidak ringan. Itu merupakan bagian dari ketetapan Tuhan yang dimaksudkan untuk mendidik hamba-hambaNya. Hanya orang-orang yang kuat yang dapat melampaui semua godaan dan cobaan itu dengan baik.


Sumber gambar :

Sumber tulisan :

0 komentar: