HITAM? SIAPA TAKUT??!!!..





Non, kamu pasti pernah liat iklan krim pemutih kulit. Biasanya adegannya ga jauh-jauh dari seorang cewek yang sama sekali ga dilirik oleh cowok kecengannya. Terus belakangan, si cowok mulai menegur dan memberi perhatian pada si cewek. Apa rahasianya? Ternyata selama 3 minggu terakhir si cewek memakai krim yang diiklankan tersebut.




Apa ya yang salah dengan cewek dalam iklan tersebut? Ga ada, kecuali : ia berkulit gelap, atau sudah cukup putih, tapi ada sedikit noda di kulitnya. Iklan krim pemutih sering memberi gambaran pada kita (terutama remaja) bahwa ‘kalau kamu tidak berkulit putih, kamu tidak akan dilirik lawan jenis’ atau ‘temukan pasangan kamu dengan cara berkulit putih’. Selain itu iklan seperti ini berpotensi merendahkan kaum cowok loh, coba deh kamu pikirkan, benarkah cowok sedangkal itu, hanya menilai cewek dari warna kulitnya? Sebagian mungkin begitu, tapi ga semuanya begitu kan. Iklan seperti ini memang terlihat sangat menarik, terutama buat mereka yang ga punya konsep dan kepercayaan diri yang baik. 

Segala potensi yang sudah diberikan oleh Tuhan, seperti tubuh yang sehat, keindahan akhlak, dan kecerdasan akal cenderung dilupakan, dan rasa percaya diri hanya dikaitkan dengan warna kulit.


Lury, penulis buku tentang budaya konsumen, mengatakan bahwa media massa modern banyak menawarkan gaya hidup mengenai cara-cara peningkatan dan ekspresi diri. Nilai yang ditawarkan adalah ‘selalu ada masalah dalam tubuh kita’ sehingga kita dipaksa terus-menerus memperbaiki tubuh kita. Fakta mengatakan, tiap harinya kita mengkonsumsi ratusan zat kimia untuk memperbaiki tampilan fisik kita, dari obat pelangsing, pelembab kulit, bedak, pewangi badan, dan sebagainya. Tentu saja perawatan tubuh itu penting, tapi hal tersebut harus disertai kesadaran bahwa Tuhan sudah memberikan yang terbaik buat kita. Selain itu kita juga harus fokus pada perbaikan hal-hal yang lebih penting, yaitu akhlak dan moral kita.  

Kalau kita bicara tentang warna kulit, maka kita bicara tentang pigmen melanin. Melanin berfungsi sebagai pelindung terhadap efek buruk sinar matahari. Mereka yang tinggal di daerah tropis seperti kita seharusnya bersyukur diberikan warna kulit yang gelap. Orang kulit putih (ras kaukasia) yang cerah memiliki melanin yang lebih sedikit, dan karena itu mereka mudah terbakar sinar matahari dan terkena kanker kulit.

Penyebab kanker kulit sendiri macam-macam, antara lain zat kimia berbahaya yang ada dalam kosmetik (seperti timbal dan merkuri). Namun factor yang paling dominan merusak kulit adalah pajanan sinar matahari yang mengandung sinar UV C. Cara menghindari pajanan sinar matahari ini ialah menghindari sinar matahari langsung pada pukul 09.00-16.00 dan bila perlu memakai tabir surya minimal SPF 15. 

Buat mereka yang muslimah, memakai baju yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan, juga merupakan perlindungan, karena menurut penelitian di Australia bahan baju mempunyai SPF 15-60.


Sumber gambar :

Sumber tulisan :
Majalah UMMI dan berbagai artikel blog

0 komentar: