MENCATAT MAKIN ASYIK DENGAN PETA PIKIRAN

Mencatat adalah salah satu kegiatan penting dalam proses belajar. Seorang Albert Einstein yang jenius pun sering mencatat. Jika kamu mulai dihinggapi rasa malas mencatat, kamu boleh mencoba mencatat dengan cara lain, yaitu peta pikiran. Sesuai namanya, bentuk catatan ini berupa peta, yang berisi kata-kata kunci dan simbol dari hal-hal yang kamu catat.

Peta pikiran adalah metode mencatat kreatif yang dikembangkan oleh Tony Buzan. Konsep ini didasarkan pada penelitian tentang cara otak dalam memproses informasi. Para peneliti menemukan bahwa otakmu bekerja lebih optimal bila melibatkan tidak hanya kata-kata namun juga gambar, warna, dan simbol.

Bagaimana cara membuat peta pikiran? 



Sebenarnya tidak ada bentuk baku dalam membuat peta pikiran. Namun, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam membuat peta pikiran.

•  Alat yang kamu perlukan yaitu kertas kosong (sebaiknya putih dan tanpa garis) dan spidol atau pinsil warna-warni.
•  Tentukan judul dan kata-kata kunci dari materi yang akan kamu catat atau rangkum.
•  Mulailah dari tengah-tengah kertas. Tuliskan judul atau tema utama peta pikiranmu, berilah bingkai atau gambar yang mewakilinya.
• Tambahkan cabang-cabang utama berupa garis tebal melengkung. Ini merupakan paragraf atau sub tema dari peta pikiranmu. Tuliskan kata-kata kunci di atasnya.
•  Buat anak cabang ke arah luar untuk menyimpan informasi yang lebih detil. Garis anak cabang dibuat lebih kecil dari cabang.
•  Buat peta pikiranmu sesuai seleramu sendiri. Pilih warna yang kamu sukai, dan gunakan simbol yang benar-benar dapar mengingatkanmu pada materi yang kamu catat.
•  Jika kamu merasa kurang pandai membuat simbol, kamu bisa menirunya dari buku, majalah atau internet, atau tempelkan foto/ stiker kecil yang berhubungan dengan peta pikiranmu.
•  Sisakan ruangan untuk penambahan cabang dan anak cabang berikutnya. Suatu hari nanti mungkin kamu ingin menambahkan informasi penting lainnya dalam petamu itu.


Kamu dapat melihat beberapa peta pikiran hasil karya murid-murid Bu Inne :


Gambar di atas terdiri dari dua peta pikiran hasil karya Risma Juni Akbar. Peta pikiran ini berisi rangkuman materi reduksi oksidasi dan aturan penetapan bilangan oksidasi (materi pelajaran kimia kelas X semester II). Di bagian pertama, Risma memberi judul Redoks yang merupakan singkatan dari reduksi oksidasi. Lalu ia menjelaskan tiga konsep redoks dalam tiga cabang. Dari setiap cabang keluar masing-masing 2 anak cabang. Di bagian kedua, Risma merangkum tujuh aturan utama penetapan bilangan oksidasi dalam bentuk tujuh cabang.


Peta pikiran kedua adalah milik Irma Anisa, berisi rangkuman hidrokarbon (materi pelajaran kimia kelas X semester II). Di sini dapat terlihat bahwa Irma menyingkat judul hidrokarbon menjadi HC karena senyawa hidrokarbon yang dipelajarinya hanya mengandung atom H dan C. Setelah itu Irma membagi tema menjadi 5 cabang yaitu penggolongan, tatanama, reaksi, isomer dan rumus umumnya (CxHy). Dari setiap cabang tersebut keluar anak cabang dengan informasi yang lebih detil.

Nah itulah cara dan contoh pembuatan pikiran. Selamat mencoba dan bersenang-senang dengan peta pikiranmu :)

0 komentar: